Jilbab dan Tabarruj


Remaja zaman sekarang selalu mengikuti tren dalam berpenampilan. Boleh saja kalian mengikuti tren, tapi lihat dulu apakah itu baik atau tidak. Tren boleh tapi tetep Syar'i.

Banggakah kalian ketika mengenakan pakaian yang memamerkan aurat? Pakaianmu memang bagus, mahal, tapi murahan!!

Suaramu sangat merdu, aku terpesona mendengar suaramu tapi aapakah kau malu ketika diminta membaca Alquran kamu tidak bisa?

Wajahmu sangat cantik, tapi ketika kamu bermake-up medok aku merasa aneh karena wajahmu yang cantik hilang dan berubah menjadi 'dakocan'.

Salah jika kamu memaknai jilbab hanya sekedar menutup aurat dengan jilbab dan baju panjang tapi tidak memahami pakaian dan jilbab seperti apa yang diperintahkan oleh-Nya.

Kita buka lagi QS An Nuur ayat 31 dan QS Al Ahzab ayat 59. QS An Nuur ayat 31:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”

QS Al Ahdzab ayat 59:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


Tabarruj (ber make up)
 

Wanita adalah makhluk yang kerap menjadi korban komoditi dan mode. Beragam kosmetik, parfum bermerek, hingga model pakaian yang lagi tren, dengan mudah menjajah tubuh mereka. Malangnya, dengan segala yang dikenakan itu, mereka tampil di jalan-jalan, mal-mal, atau ruang publik lainnya. Alhasil, bukan pesona yang mereka tebar tapi justru fitnah.

Allah telah menyinggung kata tabarruj dalam firman-Nya:
“Janganlah kalian (wahai istri-istri Nabi) bertabarruj sebagaimana tabarruj orang-orang jahiliah yang awal.”(Al-Ahzab: 33).

Az-Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim bin As-Sirri rahimahullahu berkata:
“Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.”

Mujahid rahimahullahu berkata:
“Seorang wanita berjalan di hadapan orang-orang, itulah yang dinamakan tabarruj jahiliah.”

Qatadah rahimahullahu menambahkan bahwa wanita yang bertabarruj adalah wanita yang keluar rumah dengan berjalan lenggak-lenggok dan genit. (Tafsir Ath-Thabari, 10/294)

Ibnul Atsir rahimahullahu berkata:
“Tabarruj adalah menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram (ajnabi). Perbuatan seperti ini jelas tercela. Adapun menampakkan perhiasan kepada suami, tidaklah tercela. Inilah makna dari lafaz hadits, ‘(menampakkan perhiasan) tidak pada tempatnya’.” (An-Nihayah fi Gharibil Hadits).

Dengan keterangan di atas, insya Allah menjadi jelas bagi kita apa yang dimaksudkan dengan tabarruj. Hukumnya pun tampak bagi kita, yakni seorang muslimah dilarang keluar rumah dengan tabarruj.

Namun sangat disesalkan kenyataan yang kita dapatkan di sekitar kita. Berseliwerannya wanita dengan dandanan aduhai, ditambah wangi yang semerbak di jalan-jalan dan pusat keramaian, sudah dianggap sesuatu yang lazim di negeri ini. Bahkan kita akan dianggap aneh ketika mengingkarinya.

Tidak usahlah kita membicarakan para wanita yang berpakaian “telanjang” di jalan-jalan, karena keadaan mereka sudah sangat parah, membuat orang yang takut kepada Allah SWT dan hari akhir bergidik dan terus beristighfar. Cukup yang kita tuju para muslimah yang masih punya kesadaran berislam walaupun mungkin setipis kulit ari, hingga mereka menutup rambut mereka dengan kerudung dan membalut tubuh mereka dengan pakaian sampai mata kaki dengan berbagai model. Sangat disesalkan para muslimah yang berkerudung ini ikut berlomba-lomba memperindah penampilannya di depan umum dengan model ‘busana muslimah’ terkini dan kerudung ‘gaul’ yang penuh pernak-pernik, pendek, dan transparan.

Sehingga, berbusana yang sejatinya bertujuan menutup aurat dan keindahan seorang muslimah di hadapan lelaki selain mahramnya, malah justru menonjolkan keindahan. Belum lagi wajah dan bibir yang dipoles warna-warni. Tangan yang dihiasi gelang, jari-jemari yang diperindah dengan cincin-cincin, dan parfum yang dioleskan ke tubuh dan pakaian. Semuanya dipersembahkan di hadapan umum, seolah si wanita berkata,“Lihatlah aku, pandangilah aku…”. Wallahul musta’an…

Inilah penjelasan tentang berjilbab dan tabarruj. Semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya para muslimah yang mengharapkan Rhido dan surga-Nya. Semoga bermanfaat.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feed My Blog, Leave Your Comment Here :)